Mengatasi Asthma Kronis dengan Propolis
Oleh : Uray Agus Iriandi
Sambas, Kalimantan Barat

Uray Agus Iriandi, 52 tahun, adalah seorang PNS di Puskesmas Sambas di bagian tata usaha. Sejak lahir ia menderita asma kronis yang didapatnya karena faktor keturunan. Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan sesak nafas disertai bunyi "ngik-ngik" atau mengi dan batuk persisten dimana derajat keparahan setiap orang berbeda-beda. Pada kasus Uray, serangan asma bisa menyerangnya dua atau tiga kali sehari.

Untungnya, istri Uray Agus, Sri Kurnia, adalah seorang bidan yang tentunya mempunyai kecakapan dalam masalah kesehatan.

"Kalau dulu mudanya waktu 40 tahun ke bawah kan sering olah raga. Jadi jarang kena serangan. 40 tahun ke atas olah raganya kan udah jarang. Ya itulah tuh, mulai sering setiap hari pasti dapat serangan sehari 3 atau 2 kali," cerita Sri kurnia.

“Obat-obatan yang dimakan tuh obat generik. Obat anti sesaknya itu sudah 5 - 6 tahun ini dikonsumsi, sama pakai yang semprot inhaler. Tapi saya khawatirnya tiap hari kena serangan, tiap hari makan obat.”

Namun akhirnya kekhawatiran Sri Kurnia itu pun mendapatkan solusinya ketika teman kuliahnya dulu, Alhadi yang didampingi oleh Larry Chandra, memperkenalkannya dengan produk Rhizoma. Sri Kurnia yang ditawari untuk mencoba RB Propolis kemudian meminumkannya pada Uray.

“Di kasih 10 tetes waktu itu sama Pak Larry. Jam 9 malam. Suami saya itu seringnya kena serangan jam 11 atau 12 malam.” ujar Sri Kurnia. “Nah, pada jam 11 itu suami saya tidak dapat serangan. Saya jadi yakin. Saya teteskan lagi, jam 12 juga tidak dapat serangan. Sampai subuh.”

Sejak itulah Uray Agus jarang mendapat serangan asthma lagi. Kadang dalam 4 atau 5 hari, Uray baru merasa nafasnya agak sesak yang langsung bisa diatasi dengan minum propolis.

“Jadi tidak perlu minum obat medis lagi.” kata Sri Kurnia dengan nada yang riang.

Tgl Posting : Jum`at, 13 Mei 2016 11:20:24

<< Kembali