Prosedur dan Ketentuan Menjadi Stokis

   PROSEDUR & KETENTUAN MENGENAI  

STOCKIST & MASTER STOCKIST

 

Menimbang:

 

  1. Bahwa untuk menjamin kemudahan seluruh Mitra Usaha dalam memperoleh produk-produk Rhizoma, Perusahaan perlu melakukan kerjasama dengan Mitra Usaha-Mitra Usaha tertentu yang mengambil fungsi stock dan distribusi produk-produk Rhizoma pada wilayah-wilayah pengembangan usaha Rhizoma Worldwide di seluruh Indonesia dengan membuka Kantor/Pusat distribusi pada wilayah-wilayah tersebut.
  2. Bahwa Mitra Usaha yang mengambil fungsi  stock dan distribusi produk-produk Rhizoma pada wilayah-wilayah pengembangan usaha Rhizoma Worldwide tersebut selanjutnya disebut Stockist (ST) dan Master Stockist (MS) yang masing-masing dibedakan atas dasar volume stock dan distribusinya, luasan area operasinya serta ketentuan kerjasamanya dengan perusahaan.
  3. Bahwa untuk menjamin terus berlangsungnya distribusi produk-produk Rhizoma melalui ST dan MS tersebut dengan baik, lancar, prosedural dan professional selaras dengan Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma, maka Perusahaan merasa perlu mengeluarkan prosedur dan ketentuan khusus mengenai Stockist dan Master Stockist.

 

Mengingat:

 

Prosedur dan Kebijakan Rhizoma, Pasal VI, Ayat (2),

 

Memperhatikan:

 

  1. Bahwa keberadaan Mitra Usaha yang mengambil fungsi menjadi ST dan MS selain sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mendistribusikan produk-produknya pada seluruh wilayah pengembangan usahanya secara lebih cepat, tepat dan efektif, juga sangat penting bagi Mitra Usaha untuk bisa memperoleh produk-produk Rhizoma dengan lebih mudah.  
  2. Bahwa agar keberadaan ST dan MS dapat berfungsi secara optimal dan berjalan secara  profesional dengan prosedur dank ode etik yang baik dan benar, perlu dikondisikan dan dijaga dengan prosedur dan ketentuan khusus.

 

Memutuskan:

 

Memberlakukan Prosedur dan Ketentuan Mengenai Stockist dan Master Stockist, sebagai berikut:

 

 

PROSEDUR DAN KETENTUAN MENGENAI

STOCKIST DAN MASTER STOCKIST

 

Pasal 1

DEFINISI & PENGERTIAN

 

  1. STOCKIST (ST)

1.1. Stockist (ST) adalah Mitra Usaha Rhizoma yang melakukan kerjasama khusus dengan Perusahaan dalam menjalankan fungsi stock dan           distribusi produk-produk Rhizoma yang dijalankan dengan cara membuka kantor penjualan/pelayanan produk serta beroperasi pada                suatu wilayah setingkat Kabupaten/Kotamadya.

1.2. Mitra Usaha yang layak dapat langsung mengajukan diri menjadi ST.

  1. MASTER STOCKIST (MS)

2.1. Master Stockist (MS) adalah Mitra Usaha Rhizoma yang melakukan kerjasama khusus dengan Perusahaan dalam menjalankan fungsi              stock dan distribusi produk-produk Rhizoma yang dijalankan dengan cara membuka kantor penjualan/pelayanan produk serta beroperasi        pada suatu wilayah setingkat Provinsi.

2.2. MS lebih banyak merupakan peningkatan status dari  ST.

2.3. Mitra Usaha sekalipun memiliki kelayakan menjadi MS tidak dapat langsung mengajukan diri menjadi MS tetapi harus menjadi ST terlebih        dahulu minimal selama 3 (tiga) bulan.

 

Pasal 2

PROSEDUR & KETENTUAN MENJADI STOKIST & MASTER STOKIST

 

  1. 1.    PROSEDUR & KETENTUAN MENJADI ST

1.1.    Mitra Usaha aktif dengan peringkat Product Executive (PE) dan tidak terlibat baik secara aktif maupun pasif dalam program pemasaran           perusahaan MLM lain atau perusahaan Direct Selling non MLM lain dengan jenis atau kategori produk yang sama.

1.2.    Mengajukan diri menjadi ST secara langsung ke Kantor Pusat PT. Rhizoma atau melalui (disponsori) MS jika pada wilayah operasi yang             diajukannya sudah ada MS dengan mengisi formulir permohonan yang telah disediakan.

1.3.    Mengajukan rencana lokasi (alamat) dan gambar kantor penjualan/pelayanan.

1.4.    Melakukan order perdana setelah permohonannya disetujui perusahaan.

 

  1. 2.    PROSEDUR & KETENTUAN MENJADI MS

2.1.    Mitra Usaha aktif dengan peringkat Team Leader (TL) dan pada saat pengajuan telah berstatus sebagai ST minimal selama 3 bulan                 serta tidak terlibat baik secara aktif maupun pasif dalam program pemasaran perusahaan MLM lain perusahaan Direct Selling non MLM           lain dengan jenis atau kategori produk yang sama.

2.2.    Memenuhi kualifikasi untuk mengajukan peningkatan status dari ST ke MS.

2.3.    Mengajukan peningkatan status dari ST menjadi MS secara langsung ke Kantor Pusat PT. Rhizoma.

2.4.    Mengajukan rencana lokasi (alamat) dan gambar kantor penjualan/pelayanan yang baru apabila lokasi dan atau kantor lama menjadi               tidak memenuhi kualifikasi karena peningkatan status tersebut.

2.5.    Melakukan order perdana setelah permohonannya disetujui perusahaan.

Pasal 3

KETENTUAN MENGENAI LOKASI KANTOR PENJUALAN &

WILAYAH OPERASI STOKIST & MASTER STOKIST

 

  1. 1.    Stockist (ST)

1.1.    ST diwajibkan membuka Kantor Penjualan/Pelayanan produk pada lokasi tertentu dalam wilayah operasinya, dengan ketentuan:

  1. Alamat lokasi dan gambar bangunan Kantor Penjualan/Pelayanan produk tersebut harus sudah diajukan bersamaan dengan proses pengajuan diri menjadi ST dan telah disetujui oleh Perusahaan.
  2. Alamat lokasi dan gambar bangunan Kantor Penjualan/Pelayanan produk tersebut haruslah benar-benar lokasi dan bangunan kantor yang akan dipakai ST dalam menjalankan operasinya dan bukan lokasi dan kantor fiktif belaka sementara ST berkantor pada lokasi lain atau tidak memiliki kantor sama sekali.
  3. Tidak dibenarkan memindahkan lokasi kantor atau membuka kantor cabang tanpa persetujuan perusahaan.
  4. Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana diuraikan pada butir (b) dan (c) di atas akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan ST yang bersangkutan.
  5. Kantor yang digunakan ST harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti:
  • Bangunan kantor harus merepresentasikan tempat yang layak untuk kepentingan usaha yang bonafide,
  • Memasang papan nama/Identitas ST
  • Memiliki minimal 1 (satu) ruang penjualan/pelayanan produk dan 1 (satu) ruang meeting/presentasi.
  • Menyediakan 1 (satu) unit PC, 1 (satu) unit Printer, sambungan internet dan whiteboard,
  • Menyediakan minimal 1 (satu) tenaga penjualan/pelayanan produk dan admin,

1.2.    ST beroperasi pada wilayah setingkat kabupaten/kotamadya, dalam satu wilayah setingkat kabupaten/kotamadya dimungkinkan berdiri lebih dari satu ST dengan ketentuan dalam radius 5 KM2 hanya dibenarkan ada 1 (satu) ST.

1.3.    ST wajib menyediakan dan mencatatkan 1 (satu) nama tenaga yang akan bertanggung jawab terhadap kegiatan administratif (secara online maupun offline) dan penjualan produk.

 

  1. 2.    Master Stockist (MS)

2.1.    MS diwajibkan membuka Kantor Penjualan/Pelayanan produk pada lokasi tertentu dalam wilayah operasinya, dengan ketentuan:

  1. Alamat lokasi dan gambar bangunan Kantor Penjualan/Pelayanan produk tersebut harus sudah diajukan bersamaan dengan proses pengajuan diri menjadi MS dan telah disetujui oleh Perusahaan.
  2. Alamat lokasi dan gambar bangunan Kantor Penjualan/Pelayanan produk tersebut haruslah benar-benar lokasi dan bangunan kantor yang akan dipakai MS dalam menjalankan operasinya dan bukan lokasi dan kantor fiktif belaka sementara MS berkantor pada lokasi lain atau tidak memiliki kantor sama sekali.
  3. Tidak dibenarkan memindahkan lokasi kantor atau membuka kantor cabang tanpa persetujuan perusahaan.
  4. Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana diuraikan pada butir (b) dan (c) di atas akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan MS yang bersangkutan.
  5. Karena MS merupakan peningkatan prestasi dari ST, maka apabila dinilai layak oleh perusahaan, kantor MS adalah masih sama dengan kantor yang bersangkutan sewaktu masih berstatus ST, namun apabila diinilai tidak layak, maka MS yang bersangkutan wajib merehabilitasi kantor tersebut atau mencari kantor baru.
  6. Kantor yang digunakan MS harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti:
  • Bangunan kantor harus merepresentasikan tempat yang layak untuk kepentingan usaha yang bonafide,
  • Memasang papan nama/Identitas ST (bukan dalam bentuk spanduk)
  • Memiliki minimal 1 (satu) ruang penjualan/pelayanan produk dan 1 (satu) ruang meeting/presentasi.
  • Menyediakan 1 (satu) unit PC, 1 (satu) unit Printer, sambungan internet, 1 (satu) unit LCD Projector dan whiteboard,
  • Menyediakan minimal 1 (satu) tenaga penjualan/pelayanan produk dan admin profesional,

2.2.    MS beroperasi pada wilayah setingkat provinsi, dalam satu wilayah setingkat provinsi dimungkinkan berdiri lebih dari satu MS dengan ketentuan dalam radius 10 KM2 hanya dibenarkan ada 1 (satu) MS.

 

Pasal 4

KETENTUAN ORDER & POTONGAN HARGA

STOKIST & MASTER STOKIST

 

  1. 1.    Tempat Order

1.1.    ST yang berdiri dengan disponsori MS dan beroperasi pada wilayah setingkat kabupaten/kotamadya dalam satu provinsi yang sama                 dengan MS sponsornya itu hanya dibenarkan mengambil produk-produk Rhizoma dari MS sponsornya tersebut, kecuali terdapat                     kendala teknis dan non teknis yang mengakibatkan ST tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut dan sudah dilaporkan kepada                       perusahaan, maka dengan persetujuan perusahaan, ST dibenarkan mengambil produk-produk Rhizoma dari MS terdekat lainnya atau             langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma.

1.2.    ST yang berdiri dengan disponsori MS dan beroperasi pada wilayah setingkat provinsi yang berbeda dengan MS sponsornya itu,                       diperbolehkan mengambil produk-produk Rhizoma dari MS terdekat atau langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma.

1.3.    ST yang berdiri tanpa sponsor, bisa mengambil produk-produk Rhizoma dari MS terdekat atau langsung dari Kantor Pusat PT.                          Rhizoma.

1.4.    ST yang mengambil produk dari MS baik itu sponsornya ataupun bukan, setelah meningkat statusnya menjadi MS, tidak dibenarkan                lagi mengambil produk dari MS melainkan harus langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma.

1.5.    MS hanya dibenarkan mengambil produk langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma.

 

  1. 2.    Ketentuan Minimal Order Perdana, Minimal Order Perbulan, Minimal Stock dan Potongan Harga yang disediakan:

2.1.    Stockist (ST)

 

2.1.1.

MINIMAL ORDER PERDANA

MINIMAL ORDER PERBULAN

POTONGAN HARGA

 

Rp.72.000.000,-

Rp.36.000.000,-

3% (tiga persen) dari total order

 

2.1.2.     ST wajib mempertahankan minimal order sebesar Rp.36.000.000,- perbulan sebagaimana diatur dalam point (2.1.1.) di atas, dan                   apabila Terjadi dalam 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak mencapai ketentuan order minimal perbulan atau dalam 2 (dua) bulan                     berturut-turut tidak order sama sekali, maka perusahaan berhak memberikan sanksi pencabutan status ST.

 

2.1.3.     ST wajib mempertahankan minimal stock senilai Rp.36.000.000,-, ketentuan ini membawa konsekuensi pada setiap melakukan                       repeat order ST harus memenuhi kembali nilai stock tersebut dalam satu invoice.

Contoh:

Misal stock barang ST tinggal senilai Rp.26.000.000,-, maka ST yang bersangkutan harus melakukan repeat order minimal senilai Rp.10.000.000,- sehingga total stocknya kembali senilai = Rp.36.000.000,- (Rp.26.000.000,-+ Rp.10.000.000,-).

2.1.4.     Apabila ST tidak bisa memenuhi ketentuan sebagaimana diuraikan pada sub butir 2.1.3 di atas, maka ST yang bersangkutan tidak                 berhak memperoleh potongan harga sebesar 3%.

2.1.5.     Apabila lebih dari 30 (tigapuluh) hari posisi stock ST di bawah 50% dari ketentuan stock minimal sebagaimana disebutkan dalam                     butir 2.1.3. di atas, maka pihak perusahaan berhak mencabut status ST yang bersangkutan.

 

 

2.2.    Master Stockist (MS)

 

2.2.1.

MINIMAL ORDER PERDANA

MINIMAL ORDER PERBULAN

POTONGAN HARGA

 

Rp.144.000.000,-

Rp.72.000.000,-

5% (lima persen) dari total order

 

2.2.2.     Master Stockist wajib mempertahankan minimal order sebesar Rp.72.000.000,- perbulan sebagaimana diatur dalam point (2.2.1.)                  di atas, dan apabila Terjadi dalam 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak mencapai ketentuan order minimal perbulan atau dalam 2                      (dua) bulan berturut-turut tidak order sama sekali, maka status MS akan dicabut.

2.2.3.     Khusus MS akan mendapatkan tambahan Fee sebesar 1% (satu persen) dari total ordernya perbulan dengan ketentuan pada                       bulan tersebut mencapai total order sebesar Rp.144.000.000,- atau lebih (tidak berlaku untuk order perdana) dan dibayarkan dalam                bentuk potongan harga pada order bulan berikutnya.

 

2.2.4.     MS wajib mempertahankan minimal stock senilai Rp.144.000.000,-, ketentuan ini membawa konsekuensi pada setiap melakukan                     repeat order MS harus memenuhi kembali nilai stock tersebut dalam satu invoice.

Contoh:

Misal stock barang MS tinggal senilai Rp.100.000.000,-, maka MS yang bersangkutan harus melakukan repeat order minimal senilai Rp.44.000.000,- sehingga total stocknya kembali senilai = Rp.144.000.000,- (Rp.100.000.000,-+ Rp.44.000.000,-).

 

2.2.5.        Apabila MS tidak bisa memenuhi ketentuan sebagaimana diuraikan pada sub butir 2.2.4 di atas, maka MS yang bersangkutan                        tidak berhak memperoleh potongan harga sebesar 5%.

2.2.6.        Apabila lebih dari 30 (tigapuluh) hari posisi stock MS di bawah 50% dari ketentuan stock minimal sebagaimana disebutkan dalam                    butir 2.2.4. di atas, maka pihak perusahaan berhak mencabut status MS.

 

Pasal 5

KETENTUAN MENGENAI HARGA & PENYESUAIAN HARGA PRODUK

 

Harga dan penyesuaian harga produk yang diberlakukan kepada ST dan MS mengikuti Ketentuan Mengenai Harga dan Penyesuaian Harga Produk yang berlaku yang tertuang dalam Surat Keputusan Direksi.

Pasal 6

HAK & KEWAJIBAN STOKIST & MASTER STOKIST

 

  1. 1.    Hak-hak ST dan MS

1.1.    ST dan MS berhak memperoleh produk-produk Rhizoma sesuai dengan pesanan, dalam keadaan baik dan tepat waktu.

1.2.    ST dan MS berhak mengembalikan atau menukar produk-produk Rhizoma yang mereka terima dalam keadaan cacat, rusak atau tidak              sesuai kriteria dan bukan karena kesalahan ST dan MS yang bersangkutan.

1.3.    ST dan MS berhak menukar produk-produk Rhizoma yang dianggap lambat perputarannya dengan ketentuan produk-produk tersebut           masih dalam keadaan baik dan belum mendekati kadaluwarsa (maksimal 6 bulan sebelum tanggal kadaluwarsa).

1.4.    ST dan MS juga berhak melayani klaim Mitra Usaha berkaitan dengan kebijakkan Jaminan Kepuasan Pelanggan.

1.5.    ST dan MS berhak mengembalikan produk-produk Rhizoma yang belum terjual apabila mereka mengundurkan diri atau dicabut                       statusnya sebagai ST dan MS dengan ketentuan produk-produk tersebut masih dalam keadaan baik dan tidak mendekati kadaluwarsa            (maksimal 6 bulan sebelum tanggal kadaluwarsa).

1.6.    ST dan MS berhak memperoleh potongan harga sesuai dengan ketentuan sebagaimana diuraikan pada Pasal 4, Ayat (2) di atas.

1.7.    ST dan MS berhak penuh menjual/mendistribusikan produk-produk Rhizoma pada wilayah operasinya dengan prosedur dan kode etik             penjualan/pendistribusian produk yang tidak bertentangan dengan Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.

1.8.    ST dan MS berhak mendapatkan perlindungan dari perusahaan terhadap aktifitas Mitra Usaha lain maupun dari pihak-pihak lain yang              tidak berhak pada wilayah operasi ST dan MS yang bersangkutan sehingga menimbulkan gangguan serius terhadap aktifitas usaha ST            dan MS tersebut.

1.9.    Khusus MS berhak mensponsori ST pada seluruh wilayah di Indonesia dengan ketentuan:

  1. ST yang disposnsorinya dikelola oleh Mitra Usaha yang masih termasuk dalam grup/ kelompoknya (no crosslining),
  2. Tidak dibenarkan mensponsori ST pada wilayah setingkat provinsi yang sudah ada MS-nya,
  3. Berhak memperoleh Fee Sponsoring sebesar 1% (satu persen) dari total order ST yang disponsorinya dengan ketentuan ST yang disponsorinya tersebut mengambil produk-produk Rhizoma secara langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma, dan MS mencapai minimal order Rp.72.000.000,-/bulan.
  4. Omzet ST (yang disponsorinya) yang mengambil produk-produk Rhizoma secara langsung dari Kantor Pusat PT. Rhizoma tidak diperhitungan sebagai omzet MS.
  5. MS tetap berhak mensuplai produk-produk Rhizoma kepada ST yang disponsorinya pada wilayah setingkat provinsi yang berbeda dengannya sekalipun kemudian pada wilayah tersebut berdiri MS.
  6. MS tetap berhak memperoleh Fee Sponsoring 1% (satu persen) dari total order ST yang disponsorinya sekalipun ST tersebut telah berubah status menjadi MS dan tidak dibenarkan lagi mengambil produk dari MS yang bersangkutan, dengan ketentuan minimal order MS yang bersangkutan mencapai Rp.72.000.000,-/bulan.

 

  1. 2.    Kewajiban-kewajiban ST dan MS

2.1.    ST dan MS wajib mematuhi seluruh aturan, prosedur dan ketentuan yang tertuang dalam Surat Perjanjian Kerjasama Mengelola ST                 dan MS, Prosedur dan Ketentuan Mengenai ST dan MS, Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.

2.2.    Pelanggaran terhadap ketetuan sebagaimana diuraikan pada butir (2.1.) di atas akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga                      pencabutan ST dan MS.

2.3.    ST dan MS wajib melayani kebutuhan produk-produk Rhizoma seluruh Mitra Usaha dalam wilayah operasinya tanpa kecuali (baik Mitra             Usaha dalam grup/kelompoknya maupun Mitra Usaha dari grup/kelompok lain), dengan prosedur dan kode etik penjualan/pelayanan               yang baik, benar dan profesional.

2.4.    MS juga wajib melayani pengambilan produk-produk Rhizoma oleh ST dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Ayat (2),             Butir (2.1.) dan Butir (2.2.) di atas, serta prosedur dan kode etik penjualan/pelayanan yang baik, benar dan profesional.

2.5.    MS wajib menanggung ongkos kirim produk-produk Rhizoma yang diambil darinya oleh ST yang disponsorinya baik yang beroperasi                 pada wilayah setingkat provinsi yang sama maupun berbeda dengan MS tersebut, sedangkan untuk pengambilan produk oleh ST yang           bukan disponsorinya, mengenai ongkos kirim produk berlaku opsional bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak.

2.6.    Baik ST maupun MS wajib melayani klaim dari Mitra Usaha berkaitan dengan Kebijakkan Jaminan Kepuasan Pelanggan.

2.7.    ST dan MS wajib mempertahankan minimal order perbulan sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Ayat (2), Butir (2.2.) dan (2.3.)di atas.

2.8.    ST dan MS wajib mempertahankan stock minimal sebagaimana diatur dalam Pasal 4, Ayat (2), Butir (2.1.), Sub Butir (2.1.3) dan Butir           (2.2.) Sub Butir (2.2.4.)

2.9.    Selain aktifitas penjualan/pelayanan produk-produk Rhizoma baik ST maupun MS wajib dan atau sangat disarankan                                         melakukan/menyelenggarakan sejumlah aktifitas sebagai berikut:

  1. ST maupun MS wajib menyelenggarakan dan memfasilitasi SBO dalam skala kecil (5 – 20 peserta) yang diselenggarakan di kantor ST maupun MS tersebut, minimal 1 (satu) kali dalam seminggu.
  2. MS wajib menyelenggarakan SBO akbar setingkat provinsi (100 – 200 peserta) yang diselenggarakan pada tempat-tempat yang bonafide (misalnya di Hotel, Restaurant dan gedung-gedung pertemuan besar lainnya) minimal 1 (satu) kali dalam sebulan, sedangkan ST sangat disarankan menyelenggarakan SBO akbar setingkat kabupaten/kotamadya (50 – 100 peserta) yang diselenggarakan pada tempat-tempat yang representatif (misalnya di Hotel, Restaurant dan gedung-gedung pertemuan kecil dan menengah lainnya) minimal 1 (satu) kali dalam sebulan.
  3. MS wajib menyelenggarakan acara-cara pelatihan Mitra Usaha (misalnya TOBE No.1 dan lain sebagainya) setingkat provinsi (50 – 100 peserta) pada tempat-tempat yang bonafide, minimal 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan, sedangkan ST sangat disarankan menyelenggarakan acara-acara pelatihan Mitra Usaha semacam itu setingkat kabupaten/kotamadya (30 – 50 peserta) pada tempat-tempat yang representatif, minimal 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
  4. MS dan ST wajib bahu membahu saling bantu dalam menyelenggarakan acara-acara tersebut di atas termasuk dalam mengkoordinir event-event resmi setingkat kabupaten/kotamadya, provinsi maupun nasional dari perusahaan yang diselenggarakan pada wilayah operasi mereka.

 

PASAL 7

KETENTUAN-KETENTUAN KHUSUS

 

  1. ST dan MS dilarang terlibat baik secara aktif maupun pasif dalam program pemasaran perusahaan dengan sistim MLM lainnya atau perusahaan Direct Selling non MLM lain dengan jenis atau kategori produk yang sama.
  2. ST dan MS dilarang membuat dan menjalankan sistim sendiri di luar yang telah ditetapkan dalam Rhizoma Compensation Plan serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma.
  3. ST dan MS dilarang memanipulasi dan atau mengganti data-data pendaftaran calon Mitra Usaha (prospek) yang pendaftarannya diamanahkan kepadanya atau menjadi tanggung jawabnya berkaitan dengan statusnya sebagai ST ataupun MS, tanpa seijin calon Mitra Usaha (prospek) dan atau Mitra Usaha pemberi amanah.
  4. ST dan MS dilarang membajak calon Mitra Usaha (prospek) milik Mitra Usaha lain baik dalam grup/kelompoknya sendiri maupun dalam grup/kelompok Mitra Usaha lain (crossline) yang pendaftarannya diamanahkan kepadanya atau menjadi tanggung jawabnya berkaitan dengan statusnya sebagai ST ataupun MS.
  5. ST dan MS dilarang mengklaim suatu wilayah bebas atau yang bukan menjadi haknya sebagai wilayah operasinya dan mengganggu baik langsung maupun tidak langsung proses pertumbuhan ST ataupun MS pada wilayah tersebut.
  6. ST dan MS dilarang membuat, mengeluarkan dan menjalankan program dan kebijakkan sendiri di luar program dan kebijakkan yang telah ditetapkan oleh perusahaan terlebih lagi jika program dan kebijakkan tersebut dikondisikan sedemikian rupa sehingga seolah-olah dikeluarkan dan diberlakukan secara resmi oleh perusahaan.
  7. ST dan MS dilarang menjalankan usahanya secara tidak baik, tidak etis, tidak amanah serta mengandung unsur-unsur kriminal (penipuan maupun pemaksaan dan lain sebagainya).
  8. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan di atas termasuk ketentuan-ketentuan dalam Prosedur dan Ketentuan Mengenai ST dan MS ini, Perjanjian Kerjasama Mengelola ST dan MS, Kode Etik Mitra Usaha serta Prosedur dan Kebijakkan Rhizoma akan dikenai sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan status ST dan MS bergantung dari jenis dan berat-ringan pelanggaran yang dilakukan yang kesemuanya akan diputuskan berdasarkan kebijakkan Dewan Kode Etik Rhizoma dan perusahaan.

 

PASAL 8

PERUBAHAN & KETENTUAN-KETENTUAN TAMBAHAN

 

Prosedur dan Ketentuan Mengenai ST dan MS ini bersifat dinamis menyesuaikan kebutuhan serta situasi dan kondisi sehingga dapat mengalami penyesuaian atau perubahan dari waktu ke waktu (biasanya perusahaan akan melakukan penyesuaian atau perubahan-perubahan setiap tahun sekali), hal-hal yang belum diatur dalam Prosedur dan Ketentuan Mengenai ST dan MS ini dapat dibuatkan ketentuan tambahan di kemudian hari dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.

 

Diterbitkan di Jakarta, Tanggal 1 Januari 2014

                                                                                                                                               

 

Manajemen PT. Rhizoma

 

 

 

 

Sadyawisman

Presiden Direktur

 

Tembusan kepada:

  1. Board of Leader
  2. Board of Support System
  3. Dewan Leader
  4. Direktur Keuangan
  5. Bagian IT

 

  1. Customer Service
  2. Stockist dan Master Stockist

 

Tags :